PINTU


opened-door
      Pintu. Hanya sebuah pintu. Apa yang kamu pikirkan tentang sebuah pintu? Bagaimana kamu mendeskripsikan sebuah pintu?
         Bagiku, baik ada atau tidak orang di dalamnya pintu haruslah kita tutup, agar tidak sembarangan orang bisa masuk ke dalamnya.
          Bagaimana jika pintu itu sengaja tidak kau tutup? Sangat mungkin orang lain akan dengan bebas masuk ke dalamnya. Bagi kamu mungkin sebuah pintu tidak perlu di tutup agar orang lain tau siapa yang ada di dalam. Tapi untukku sebuah pintu haruslah tertutup, agar kita tau siapa yang akan masuk.
          Aku tidak keberatan, kamu mau membawa siapapun masuk ke dalam, tapi kamu jangan lupa bahwa ada aku, meskipun aku sedang tidak di dalam. Bila mungkin aku sedang keluar atau istirahat sejenak. Atau kamu yang sengaja tidak menghiraukan.
           Jangan lupa akan janji yang kamu buat sendiri. Dan aku percaya itu. Jadi, perihal pintu tertutup, terbuka, lupa bahkan tak ingin kamu tutup, Itu bukan masalah lagi.
Advertisements
This entry was published on February 2, 2015 at 3:17 am. It’s filed under Coretan Yunda and tagged , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: