Batik Khas Sumedang (Kasumedangan)


Konon pada jaman kerajaan dahulu, pakaian yang dipakai seseorang menandakan asal orang tersebut. Jika ada orang yang memakai batik motif burung garuda, biasanya orang tersebut berasal dari Kerajaan Majapahit. Jika ada orang memakai batik motif hewan berkaki empat, biasanya orang tersebut berasal dari Kerajaan Singosari. Tapi jika ada orang yang memakai batik dengan motif aneka macam tumbuh-tumbuhan, biasanya orang tersebut berasal dari Kerajaan Padjajaran.

Karena perubahan jaman dan politik, batik Sunda Padjajaran yang sudah berumur 900 tahun hingga sekarang tidak bisa dipertahankan lagi keberadaannya sejak Kerajaan Padjajaran hilang musnah. Pada saat Kerajaan Padjajaran diambang kepunahan, Raja Padjajaran yaitu Prabu Siliwangi mengutus 4 kandaga Lante, yaitu: Eyang Djayaperkasa, Eyang Nangganan, Eyang Kondanghapa dan Eyang Terongpeot untuk menyerahkan Mahkota Binokasih, serta benda-benda pusaka lainnya sebagai lambang kerajaan kepada Pangeran Geusan Ulun Raja Sumedang Larang pada waktu itu. Oleh karena itu layak kiranya Kabupaten Sumedang disebut sebagai Puseur Budaya Sunda karena banyak sekali benda-benda peninggalan budaya Sunda tersimpan di Musuem Pangeran Geusan Ulun Sumedang.

Kabupaten Sumedang lebih dikenal dengan kota tahu, yaitu tahu sumedang. Padahal kota yang berada di Provinsi Jawa Barat ini juga memiliki sumber daya manusia yang cukup unggul di bidangnya masing-masing. Awalnya, Sumedang bukanlah daerah yang memiliki tradisi membatik. Seiring perkembangan dan pertautan budaya, serta kreatifitas warganya maka munculah batik di Sumedang pada pertengahan tahun 90-an. Batik Sumedang mulai dipopulerkan pada pertengahan tahun 90an, dan berkembang pesat sampai tahun 2002. Saat itu, ia mampu melahirkan setidaknya 20 pengrajin batik. Sebulan ia bisa menjual sekitar 600 potong batik batik cap, 1 sampai 2 potong batik tulis. Dan juga mendapat dukungan dari bupati saat itu, H. Misbach, yang ikut menyosialisasikan Batik Sumedang dengan menganjurkan pemakaian seragam batik bagi para pegawai pemerintah daerah.

Batik Sumedang juga disebut dengan Kasumedangan dan memiliki pola ceplokan. Batik Kasumedangan, adalah salah satu contoh warisan asli budaya yang merupakan simbol Kerajaan Sumedang, yang memiliki ciri khas budaya yang melambangkan keluhuran nilai Budaya Sunda.

Masuknya tekstil bercorak batik mengubah konstelasi batik kesumedangan pun hilang dari pasaran. Batik Sumedang namanya memang tak seterkenal nama-nama batik di daerah Jawa Barat lainnya seperti batik Cirebon, batik Garut, dan lain-lain. Saat ini memang sedikit sulit untuk menemukan batik Sumedang karena pengrajinnya sudah semakin jarang ditemukan. Batik khas Sumedang yang digali dari warisan budaya yang hidup di Sumedang menjadi ciri dari batik khas Sumedang.

Adapun motif motif batik khas Sumedang; seperti motif Lingga, Kembang Boled, Hanjuang, Klowongan Tahu, Mahkota (Siger) Binokasih, Cadas Pangeran, Lingga, dan Pintu Srimangganti. Semua motif tersebut terinspirasi dari sejarah kerajaan yang pernah ada di Sumedang, Geusan Ulun. Disamping itu, terdapat motif-motif yang dipengaruhi budaya lokal daerah Cirebon, Yogyakarta, Solo maupun Pekalongan. Seperti Ragam Hias “Taburan Merica”, “Taburan Beras”, dan “Merak Ngibing”.

2012-09-09 07.40.48

motif Panahan

Batik Sumedang Motif Mahkota Binokasih

Motig Makuta (mahkota) Binokasih

2012-07-25 08.15.57

Motif Kuda Renggong

 

Kita sebagai masyarakat Sumedang berkewajiban untuk melestarikan, melindungi, mengembangkan dan memanfaatkan nilai-nilai budaya Sunda yang dinamis ini dengan berupaya dalam berkarya yang memungkinkan terjadinya gagasan, perilaku dan karya budaya sesuai dengan tata dan norma yang berlaku tanpa mengorbankan keasliannya.

Advertisements
This entry was published on March 1, 2016 at 1:43 am and is filed under Coretan Yunda. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

2 thoughts on “Batik Khas Sumedang (Kasumedangan)

  1. Fahmi Ginanjar on said:

    malam pak, saya mau menawarkan kerjasama.
    kebetulan saya memiliki lahan di rest area bhinneka sumedang. jarak 500m dari alun-alun sumedang arah bandung.
    disitu ada x-mart.
    rencana saya ingin mengubah tempat tersebut menjadi pusat oleh-oleh khas parahyangan.
    untuk lebih detail, bisa telpon atau whatsapp saya ke : 0811201689

    best regards

    Fahmi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: